Setiap muslim pasti merindukan tanah suci, apalagi Ka’bah di tanah haram
Makkah. Di tempat tersebut ada dua aktivitas ibadah yang mulia yaitu umrah dan
haji. Untuk umrah sendiri bisa dilakukan setiap saat. Sedangkan haji hanya
khusus di bulan haji, bulan Dzulhijjah. Namun tidak setiap orang berkesempatan
datang dan beribadah di sana, dan memang ibadah Haji hanya diwajibkan bagi yang
mampu.
Namun bagi kita yang belum mampu Allah menyediakan beberapa amalan yang
mempunyai
nilai pahala setimpal Haji dan Umrah. Karna Islam sangat memahami
keterbatasan atau udzur yang menimpa pemeluknya. Sehingga pada kondisi
demikian, Islam memberi jalan lain sebagai pengganti untuk meraih pahala haji
atau umrah.
Tujuannya agar surga Allah itu bisa diwarisi oleh mereka yang beriman dan
beramal shalih, apapun “kasta-nya”.
1. Shalat setelah terbitnya matahari
مَنْ صَلَّىالْغَدَا ةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ
قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى
رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِحَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَرَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“Barangsiapa shalat subuh dengan berjama’ah kemudian ia duduk sambil
berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari lalu shalat dua raka’at
maka baginya pahala seperti ibadah haji dan umrah yang sempurna,
yang sempurna, yang sempurna.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Albani).
2. Menghadiri halaqah-halaqah ilmu di masjid
“Barangsiapa yang berangkat ke masjid dia tidak menginginkan kecuali untuk
belajar sesuatu kebaikan atau mengajarinya maka baginya adalah seperti pahala
orang yang beribadah haji dengan sempurna.” (HR. Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Albani).
3. Melaksanakan shalat lima waktu di masjid
“Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk shalat fardhu
makapahalanya seperti haji.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan olah Albani).
Amalan-amalan di atas tidaklah berat jika kita memang bersungguh-sungguh
melakukan. Namun tidak juga berarti mereka yang sudah berangkat Haji, tak perlu
lagi melakukan amalan tersebut, TIDAK, sama sekali TIDAK !!!
karna siapa yang tahu amalan hajinya Maqbul atau tidak ??? justru sebaliknya
bagi anda yang sudah haji, lebih bersemangat lagi dalam beramal, termasuk
amal-amal di atas, itulah bukti anda mendapatkan Haji yang Mabrur,InsyaAllah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar