SELAMAT DATANG DI BLOG SMP BIRRUL WALIDAIN MUHAMMADIYAH "Modern Islamic School of Sragen"

Pages

4 Oktober 2013

SMP BIRRUL WALIDAIN SRAGEN OUTING CLASS
KE MUSIUM SANGIRAN



Dalam rangka menambah wawasan secara lengkap mengenai manusia purba, Kamis 3 Oktober 2013 para siswa SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen mengadakan outing class ke museum sangiran. Kegiatan ini sengaja dilaksanakan dalam rangka mempelajari manusia purba secara komprehensif yang selama ini hanya didapat secara teori dalam buku

16 September 2013



Amalan Bagi yang Belum Mampu Berhaji

Setiap muslim pasti merindukan tanah suci, apalagi Ka’bah di tanah haram Makkah. Di tempat tersebut ada dua aktivitas ibadah yang mulia yaitu umrah dan haji. Untuk umrah sendiri bisa dilakukan setiap saat. Sedangkan haji hanya khusus di bulan haji, bulan Dzulhijjah. Namun tidak setiap orang berkesempatan datang dan beribadah di sana, dan memang ibadah Haji hanya diwajibkan bagi yang mampu.
Namun bagi kita yang belum mampu Allah menyediakan beberapa amalan yang mempunyai

6 Mei 2013

SANG PENCERAH
Mereka adalah sebagian kader umat yang berperan aktif untuk perubahan sekaligus kader pencerah umat yang siap mencetak para laskar Muhammadiyah sebagai penerus cita-cita KH. Ahmad Dahlan. Setelah sukses mengusung Batita, Play Group, TK dan SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, kini mulai


Awalnya aku iri padamu kawan. Aku iri pada semua anak di dunia yang memiki orang tua yang menyangi anaknya dan selalu ada waktu untuk keluarganya. Bisa mengobrol dangan ayah itu pasti asyik. Atau bisa curhat pada ibu juga pasti lebih melegakan daripada curhat kepada teman.

16 April 2013

SMP BIRRUL SUKSES PPDB TH. 2013/2014
Alhamdulillah...SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen telah terpenuhi target siswa yang direncanakan yakni 2 kelas dengan kuota masih-masing kelas 25 siswa. Terima kasih  kami ucapkan kepada Keluarga besar Birrul walidain Group dan segenap masyarakat Sragen yang telah mempercayakan amanahnya kepada kami. semoga kami mampu mengemban amanah untuk mencetak generasi sukses dunia akhirat. mohon do'anya.

5 April 2013

CERITA PENUH HIKMAH


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioW-pSOxsArmXom1z9fWQKeiJLwuzBmjLOeYEvWb-rTMR0PVUfSJqny7IQQvesEpVh3YgV3Mv06OctiiBJ18U_y0AGrgGHVN3cy_xQrVNiwYi1kNtLxls8EwELVI_YYPThlkBBk63T6EM/s200/jam.jpg
Seorang anak batita begitu terheran dengan benda berbentuk lingkaran yang dipenuhi angka-angka. Tiga buah jarum yang menunjuk angka-angka di lingkaran itu pun kian membuatnya tercenung.

Ada jarum tipis warna merah yang menunjuk dari satu angka ke angka lain dengan begitu cepat. Ada jarum yang lebih tebal dan lebih panjang yang bergerak lebih lamban. Dan, ada jarum pendek gemuk yang nyaris tak bergerak, tapi bisa berpindah ketika dalam waktu lama tak diperhatikan.

Yang lebih menarik dari semua pemandangan di benda itu adalah ketika pada saat tertentu, ada burung mainan yang tiba-tiba keluar dari bawah lingkaran tersebut dengan suara khas. “Kuk kuk…kuk kuk…kuk kuk…!”

Saat itulah, sang anak pun melompat riang. Tapi, ia masih bingung dengan benda itu.

“Itu jam, anakku!” suara sang ibu tiba-tiba muncul dari balik tubuh mungil si batita.

“Jam…?” sahut si batita seraya mengungkapkan rasa ingin tahunya.

“Iya. Itu jam. Perhatikanlah, sang burung tidak akan bernyanyi kalau si jarum pendek gemuk tetap saja diam, si jarum pendek gemuk akan tetap diam jika si jarum tebal panjang hanya berhenti. Dan, dua jarum itu tidak akan bergerak kalau saja si jarum merah kecil tidak bergerak lincah,” jelas sang ibu sambil memperhatikan wajah si batita yang begitu serius menatap ibunya. Sesekali, pandangannya menoleh ke arah jam, untuk memastikan kebenaran yang diucapkan ibunya.

“Dan anakku, semua jarum-jarum itu bergerak ke arah yang sama,” tambah sang ibu sambil menunjuk ke arah gerakan jam.

~~~

Jam, dalam makna kehidupan tidak selalu menunjukkan nilai sebuah waktu. Ada sisi lain yang bisa diambil hikmah dari gerakan tiga jarum dalam jam.

Dalam dinamika sebuah organisasi, dinamika tiga jarum jam memberikan makna tersendiri bagaimana interaksi produktif antara pimpinan, manejer, dan pelaksana. Seperti tiga jarum jam, masing-masing level punya intensitas gerakan yang berbeda, karena bobot dan pengaruh gerakannya memang berbeda.

Namun, walaupun punya gerakan yang seolah berbeda, semua level tidak ada yang diam. Semua bergerak dalam sistem yang begitu harmonis. Keharmonisan gerak tiga level inilah yang menghasilkan ‘pengingat suara burung’ yang begitu bermanfaat untuk orang banyak.

Tapi, dari semua nilai pelajaran yang ada dalam tiga level jarum jam, ada satu pakem yang jika dilanggar akan berakibat sangat fatal. Yaitu, walaupun beda level dan beda intensitas gerak, ketiga jarum bergerak dalam arah yang sama.